You are currently browsing the category archive for the 'indonesiana' category.

Yeah, pagi ini adalah 17 Agustus 2008, dan itu artinya tepat 63 tahun Indonesia Merdeka!!!

Gw jadi inget beberapa tahun yg lalu saat gw masih SMA, gw dari SMP ikut ekskul Paskibra Sekolah. Dan itu artinya setiap 17 Agustus gw selalu melakukan yg namanya UPACARA BENDERA. Cuma kalo pas SMP ada bedanya, gw lebih sering jadi Paduan Suara yg mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu wajib lainnya, seperti Mengheningkan Cipta, Syukur, dan tentunya Hari Merdeka.

Pas udah masuk SMA gw jadi pleton PASKIBRA, dengan memakai PDU (Pakaian Dinas Upacara) kebanggaan dan dengan tragisnya gw ada di pasukan 45, dan itupun ada di 3 baris terakhir. Hikz.. itu karena badan gw yg pendek. (don’t laugh!)

Tapi masa itu bener-bener gw rindukan sekarang. Sejak tanggal 1 Agustus udah pergi ke alun-alun Kecamatan, tiap pagi latihan. Dan siangnya sekolah sampe sore. Huff.. Tapi capek itu akan terbayar lunas kala 17 Agustus itu pengibaran benderanya berhasil! Ada rasa bangga disana.. Dulu para pejuang mengorbankan darah dan nyawanya demi kemerdekaan, dan gw cuma tinggal ngorbanin tenaga doank utk ngibarin bendera.

Pas udah menjelang kenaikan kelas ke kelas 2, gw diajak ikutan seleksi Paskibraka Kabupaten yg nantinya akan disaring lagi utk ke Propinsi trus ke Nasional. Dan gw cuma lolos seleksi satu doank dalam hal baris berbaris, tinggi badan yg waktu itu cuma 155 cm menjadi sangat pas-pasan bagi seorang pengibar bendera yg minimal emang 155 cm, tapi kan mepet banget.. trus yg tinggi2 juga banyak hikz..

Tapi justru sehabis itu gw jadi Ketua Paskibra Sekolah yg gelarnya Komandan Paskibra dan disingkat KOBRA. Dan satu sekolah manggil gw kya gtu. Tapi gw seneng, tiap CAWU kasi nilai ekskul ke guru-guru kelas utk dicantumin di rapor tiap anggota, hahah seenak perut gw aja kasi nilai. Yg rajin kumpul mingguan gw kasi A, yg jarang gw kasi B, yg jarang latihan gw kasi C, yg pantes dapet D gak gw kasi nilai. Hahahah..

Ada dukanya juga kalo upacara tiap hari Senin di sekolah klo pengibarnya anak Paskibra, dan pas ngibarin ada masalah misalnya kebalik ato macet. Hikz.. habis upacara gw pasti ngehukum mereka utk push up 50x. Dan muka gw akan nunduk selama seminggu di sekolah.

Kenang-kenangan gw dulu cuma tinggal betis yg segede tales Bogor dan kelingnya kulit gw. Hahahaha..

Gw bangga dulu pernah ikut ekskul itu, nilai kecintaan gw sama negara ini masih tetep ada. Cinta tanah air..

And now i miss it so much…

Hiduplah Indonesia Raya….

Ugh.. invasi band-band baru belakangan ini cukup membuat otak saya berputar-putar setiap melihat video klipnya diputar di TV. Dan smuanya hampir sama, POP. Irama melayu, termehek-mehek, melankolis mendominasi musik band-band baru itu. Dan smua terlihat seragam.

Apakah ini bisa disebut menyedihkan? Entahlah… Saya sendiri sebagai seorang penikmat musik biasa yg tidak terlalu mengerti dengan seluk beluk musik merasa miris melihat perubahan itu. Bagaimana tidak? Munculnya band-band pop itu seakan mengisi posisi penyanyi cilik yg hilang dari bursa musik Indonesia, sehingga anak-anak kecil zaman sekarang lebih tau Matta daripada Chikita. Mereka lebih hapal lagu “Ketahuan” daripada “Cicak-cicak di Dinding”. Bahkan band-band itu jadi bintang tamu di acara Idola Cilik dan menyanyikan lagu percintaan mereka, yg bertema selingkuh, sakit hati, jatuh cinta. dan anak-anak kecil zaman sekarang akan menjadi dewasa sebelum waktunya.

Dalam musikalitas sebagian band-band itu ada yg berkualitas bagus, tapi ada juga yg terkesan asal. Mungkin karena persiapan yg instan, mumpung lagi laku-lakunya musik pop, menyebabkan mereka terlihat tidak matang. Seharusnya pada saat seperti ini peran produser dan label sangat dibutuhkan, demi menjaga kualitas musik Indonesia. Tapi apa daya, selera pasar selalu jadi nomor satu dalam pengambilan keputusan. Karena pasar menyukai musik seperti itu menyebabkan produser dan label mau tidak mau mengikuti selera pasar, daripada nanti tidak laku di pasaran. Pendengar pun semakin tidak bisa mendengarkan musik yg berkualitas karena terus dijejali oleh musik kacangan.

Saya sendiri pun hanya bisa mengeluh disini karena tidak ada link untuk melakukan pemberontakan. Beberapa band indie dapat mengobati rasa kecewa saya terhadap musik Indonesia saat ini. Setidaknya para band indie tidak mau mengorbankan idealismenya demi ketenaran yg instan. Walau kadang uang sangat memegang peranan dan menggoda para band indie untuk mencicipi ketenaran yg sulit mereka dapatkan apabila terus bergerak di dunia indie.

Saya hanya bisa menyarankan para pendengar musik untuk lebih pintar dalam memilih musik. Tapi kembali lagi, musik itu soal selera dan rasa. Semua terserah Anda smua. ^^

Viva la Musica!

Kenaikan harga BBM mencekik leher rakyat kecil, kepala harus puter otak untuk mengakali pengeluaran agar tidak membengkak. Wacana sumber energi alternatif pun mulai bermunculan. Berikut ini sumber energi alternatif dari hasil saya googling.

1. Biogas
Biogas ini bisa berasal dari kotoran ternak seperti yg sudah diterapkan di daerah Batu, Malang. Kotoran dari peternakan sapi dialirkan ke sebuah kubah dalam tanah yg kemudian diendapkan dan gasnya dialirkan melalui pipa ke rumah2. Selain itu di daerah Petojo, Jakarta, juga menggunakan tinja dari WC umum dengan teknik yg sama dengan di Batu. Setidaknya dalam sehari diperlukan 15 orang yg BAB di WC umum itu untuk mencukupi kebutuhan gas di komplek itu. Namun sayang, biaya pembangunannya mahal sekitar ribuan dollar. Di daerah Petojo itu merupakan bantuan negara luar, namun gasnya gratis utk masyarakat komplek itu.

2. Biji Jarak
Tanaman ini biasanya ditemui di daerah pedesaan, biasanya dijadikan pembatas lahan. Bijinya yg dikeringkan dapat dijadikan pengganti minyak tanah. Untuk memanaskan air satu liter hanya diperlukan biji jarak sebanyak 200 gram. Ide ini dikembangkan oleh peneliti di UNIBRAW. Kompornya pun hampir mirip dengan kompor minyak tanah. Jadi produsen kompor minyak tanah bisa beralih ke industri ini.

3. Bioetanol
Merupakan golongan alkohol yg berasal dari tetes tebu, singkong, ubi jalar, dan jenis pati lainnya. Etanol ini difermentasikan dengan mikroba Saccaromyches cerevisae yg berperan sebagai substrat untuk pertumbuhan mikroba. Kemudian didestilasi (penyulingan) untuk memisahkan etanol dari air. Bioetanol ini dapat dijadikan pengganti bahan bakar diesel.

4. Pasir
Negara maju mulai mengembangkan energi ini karena cadangan energi minyal bumi dari fosil sudah menipis. Silisium (pasir) dapat dijadikan pengganti minyak bumi. Hanya ini tidak mudah, karena diperlukan reaktor besar untuk mengolahnya menjadi energi.

5. Biji Nyamplung
Ini adalah hasil penelitian siswa SMA 6 Yogyakarta pemenang Lomba Karya Tulis Iptek tahun 2007. Biji nyamplung mengandung 50-70% minyak. 1 ml minyak biji nyamplung mempunyai daya bakar 11,3 menit, sedangkan minyak tanah hanya 5,6 menit. Caranya hanya dengan mesin pres untuk mengambil minyaknya, dan ampasnya dapat dijadikan briket.

6. Biodiesel
Hampir sama dengan bioetanol, namun biodiesel berasal dari kelapa sawit. Teknologi ini sudah diterapkan di Lampung dan tidak ada masalah. Oleh karena itu diperlukan kebijakan pemerintah agar sektor swasta melirik sumber energi ini.

Sumber energi alternatif di atas masih mentah dan perlu pengembangan lebih lanjut. Tugas pemerintah adalah menggalakkan hal ini, agar masyarakat mulai melirik dan beralih ke sumber energi ini.

dari berbagai sumber