Aku adalah pelantun yang santun. Diam adalah bahasaku. Aku tau mereka akan lebih senang jika aku hanya diam, bila aku berbicara mereka pasti akan ketakutan.
Aku tidak tau orang tuaku siapa, darimana aku berasal. Yang aku tau aku keluar dari sebuah ruang gelap dan akhirnya aku disini, di taman ini. Aku tidak sedih, karena aku tau pasti ada gunanya aku ini ada.
Aku senang melihat mereka yang tertawa, bahagia tentunya. Aku tidak suka jika ada yang tertawa karena orang lain mengalami musibah. Aku tidak suka melihat yang sedih, apalagi mereka yang menangis kebingungan esok mereka akan makan apa.
Mereka yang tidak suka kepadaku hanyalah mereka yang tidak mengerti, aku tidak membenci mereka. Aku senang ketika orang menyukaiku dan memberi makanan ke mulutku. Walau sebenarnya aku tidak bisa mencernanya, tapi aku senang mereka menyukaiku. Mereka yang menyadari adanya aku.
Aku senang ketika ada orang yang datang mengambil bebanku, agar aku bisa kembali menampung beban dan kemudian sistem akan kembali seperti semula. Merekalah pahlawanku sebenarnya.
Aku bahagia dan berguna, karena aku adalah TEMPAT SAMPAH.

Leave a comment
Comments feed for this article