Sebuah kata yang sangat biasa, namun susah untuk dijalankan.
Pertemanan itu seperti pacaran. Harus ada saling mengerti, saling membantu, saling mendukung, saling menghargai. Ketika semuanya itu tidak seimbang akan terjadi ketidakseimbangan yang memicu permusuhan. Menurut saya lebih complicated membina pertemanan dibanding pacaran. Kenapa?
Beberapa hari ini ada hal yang mengganggu pikiran saya. Seseorang yang merasa sendirian tanpa seorang teman padahal ada banyak orang di sekitarnya. Sebabnya renggang suatu pertemanan pasti ada sebabnya. Hanya saja sayang dia tidak berusaha mencari itu, hanya menyalahkan diri sendiri tanpa ada proses untuk merubahnya.
Semua berawal dari dia punya pacar dan kemudian lebih sibuk dgn pacarnya daripada tinggal di rumah. Tapi bila tiba dia di rumah dia merasa sendiri karena merasa tidak dipedulikan. Sebenarnya dia sendiri yang meminta untuk tidak dipedulikan, bila ditanya “Mau kemana?” dia hanya menjawabnya dgn senyum. Siapapun akan tau bila jawaban seperti itu berarti sebuah batasan untuk tidak ingin dicampuri urusannya. Lambat laun semua menjadi jauh, dan dia tidak ada kemauan untuk kembali merengkuhnya. Dia terbiasa menjadi The Princess, seharusnya dia bisa menjadi Cinderella yang siap membantu siapa saja dan kemudian dia menjadi dicinta.
Kesimpulannya, untuk dipedulikan kita harus peduli terlebih dahulu. Untuk disayang, kita harus sayang terlebih dahulu. Orang selalu sibuk menuntut haknya dibanding melaksanakan dahulu apa yag menjadi kewajibannya. Saya bukan seseorang yang berhasil dalam membina pertemanan, tapi dari semua yang saya alami saya belajar. Dan semoga dia juga belajar. Sesungguhnya banyak yang peduli, hanya saja kamu juga harus bisa mengerti.
Amigos para siempre.


Leave a comment
Comments feed for this article