You are currently browsing the daily archive for August 10th, 2008.

Gue adalah seorang cewek berambut ikal, keriting dikit. Seumur-umur gue jarang banget berrambut pendek, dikarenakan kondisi rambut yg kata mbak penjaga salon langganan gak pantes potongan pendek. Dia bilang bakal jegrag-jegrag alias berdiri, seraya mbak itu mempraktekan tangannya naik tinggi-tinggi *bau ketek*.

Dan pada umur yang sekarang ini gue putusin untuk mencoba potongan rambut pendek, dan bagaimana cara mengakalinya? dengan rebonding! Hahahah… dan Mbak salon itu tidak berkutik mendengar keinginan gue. Oia, sebelum direbonding rambut gue pernah diwarna ungu. Dan setelah proses rebonding yg memakan waktu 3 jam itu .. eng ing eng… rambut gue jadi merah! Dan Mbak salon itu berfirman, “pasti ini karena sebelumnya udah diwarnain jadi muncul lagi warnanya kena obat bondingnya”. Dengan legowo gue nerima, it’s ok.. lebih keren kok.. dan hemat.. gak perlu diwarnain lagi.

*6 bulan berlalu*

Rambut gue muncul lagi keriting2, waduh.. gawat.. waktunya rebonding lagi nih. Dan segera gue menuju salon terdekat. “Bu, mau rebonding!”. Eh ini mah laundry.. ups, salah.. ternyata sebelahnya. Hehehe..  Langsung aja ke sebelah dan minta rebonding lagi, yg kata Mbak nya yg ini obatnya lebih ringan coz sebelumnya udah pernah dibonding. Eng ing eng.. rambut gue malah tambah merah.. pada sebelumnya udah diwarna blue-black. Hikz.. dan Mbak itu berfatwa lagi “Sebelumnya diwarna sih, jadinya merah lagi”. Padahal kan sebelumnya warna biru, kenapa gak biru, kenapa merah??? Sudahlah.. terima saja.

Habis rebonding kan gak boleh 3 hari keramas tuh.. jadi sukseslah 3 hari itu rambut lepek pek pek. Mau keramaspun takut sama fatwa Mbak salon.

*3 hari kemudian*

Nanananan..sambil keramas bernyanyi..dan akhirnya selese juga keramas. begitu kering.. JRENG! Ada apa dengan rambut gue yg malang ini??? Ujung-ujungnya jadi keriting kaku tak terkira… Komplain ke Mbak salon tidak ditanggapi secara jelas. Dan gue sendiri menyimpulkan, ini pasti karena terlalu panas pas di steam ituh..Karena pas bonding pertama gak pake acara di steam. Eksperimen Mbak salon yg membuatku menderita..

Dan sampe sekarang gue menyesali kenapa dulu memutuskan untuk rebonding ulang. Hikz.. Tapi menyesal itu tiada gunanya, seperti begadang yg tidak ada artinya bagi Bang Rhoma. Tapi itu smua tidak terlalu penting, karena gue make kerudung! Hahahah…

Ugh.. invasi band-band baru belakangan ini cukup membuat otak saya berputar-putar setiap melihat video klipnya diputar di TV. Dan smuanya hampir sama, POP. Irama melayu, termehek-mehek, melankolis mendominasi musik band-band baru itu. Dan smua terlihat seragam.

Apakah ini bisa disebut menyedihkan? Entahlah… Saya sendiri sebagai seorang penikmat musik biasa yg tidak terlalu mengerti dengan seluk beluk musik merasa miris melihat perubahan itu. Bagaimana tidak? Munculnya band-band pop itu seakan mengisi posisi penyanyi cilik yg hilang dari bursa musik Indonesia, sehingga anak-anak kecil zaman sekarang lebih tau Matta daripada Chikita. Mereka lebih hapal lagu “Ketahuan” daripada “Cicak-cicak di Dinding”. Bahkan band-band itu jadi bintang tamu di acara Idola Cilik dan menyanyikan lagu percintaan mereka, yg bertema selingkuh, sakit hati, jatuh cinta. dan anak-anak kecil zaman sekarang akan menjadi dewasa sebelum waktunya.

Dalam musikalitas sebagian band-band itu ada yg berkualitas bagus, tapi ada juga yg terkesan asal. Mungkin karena persiapan yg instan, mumpung lagi laku-lakunya musik pop, menyebabkan mereka terlihat tidak matang. Seharusnya pada saat seperti ini peran produser dan label sangat dibutuhkan, demi menjaga kualitas musik Indonesia. Tapi apa daya, selera pasar selalu jadi nomor satu dalam pengambilan keputusan. Karena pasar menyukai musik seperti itu menyebabkan produser dan label mau tidak mau mengikuti selera pasar, daripada nanti tidak laku di pasaran. Pendengar pun semakin tidak bisa mendengarkan musik yg berkualitas karena terus dijejali oleh musik kacangan.

Saya sendiri pun hanya bisa mengeluh disini karena tidak ada link untuk melakukan pemberontakan. Beberapa band indie dapat mengobati rasa kecewa saya terhadap musik Indonesia saat ini. Setidaknya para band indie tidak mau mengorbankan idealismenya demi ketenaran yg instan. Walau kadang uang sangat memegang peranan dan menggoda para band indie untuk mencicipi ketenaran yg sulit mereka dapatkan apabila terus bergerak di dunia indie.

Saya hanya bisa menyarankan para pendengar musik untuk lebih pintar dalam memilih musik. Tapi kembali lagi, musik itu soal selera dan rasa. Semua terserah Anda smua. ^^

Viva la Musica!

Apa itu komitmen?
Komitmen itu adalah janji kepada diri sendiri ataupun kepada orang lain dan untuk menunjukkannya diperlukan sikap atau tindakan.

Komitmen sangat diperlukan dalam suatu hubungan, entah pertemanan, pernikahan, keluarga, bahkan pekerjaan. Komitmen seperti menjadi pondasi dalam sebuah hubungan. Seiring berjalannya waktu komitmen akan diuji, biasanya pada saat terjadi hal yg buruk dalam hubungan itu. Seperti dalam hubungan pertemanan, kala seorang teman melakukan hal yg salah dan dia terjerumus ke dalam dunia yg salah, apakah kita sebagai teman dia akan tetap menganggapnya sebagai teman dan menolongnya kembali ke jalan yg benar, atau justru meninggalkannya?

Sedangkan komitmen dalam pernikahan lebih kepada penerimaan atas pasangan. Walaupun Si Istri sudah gendut tapi tetap dibilang cantik oleh Si Suami, Si Istri tidak pernah bosan menyiapkan pakaian dan mengurus rumah walau pendapatan suami sedang menurun. Komitmen itu juga yg membuat pasangan dapat bertahan hingga usia senja.

Suatu hari Si Ayah tertangkap KPK karena korupsi, tapi Si Anak tetap mengakui “Ayah tetap ayahku”. Itulah komitmen dalam sebuah keluarga. Punya Ayah seorang koruptor adalah hal yg sangat berat, karena masyarakat akan sangat membencinya.

Komitmen dalam pekerjaan lebih kepada loyalitas terhadap tempat bekerja. Penuangan segala usaha dan energi untuk pekerjaan akan berpengaruh baik bagi tempat bekerja. pekerja yg loyal akan melakukan apa pun demi kemajuan tempatnya bekerja.

Pendeknya, komitmen adalah… “Here I am. U can count on me. I won’t fail u.”

Sumber: ini, dan ini

Ini pasti gara2 sarapan roti sosis tadi pagi nih, laper lagi eh jd ngomongin komitmen.. hehehhe..