You are currently browsing the monthly archive for April 2008.

Redam saja geram
Jangan sampai berasap sekam
Pedulikan lain hati
Agar tak terulang lagi
http://inilah.com/berita.php?id=22417
Ekspor pasir laut dianggap sebagai komoditas ekspor yg menjanjikan sebagai penambal kekurangan APBD.
Singapura bersedia untuk membeli pasir-pasir pantai itu, karena Singapura perlu untuk memperluas wilayah pantainya.
Tapi perlu ada pertimbangan lain, yaitu lingkungan.
Walaupun Indonesia terletak di dekat Samudera yg akan mendatangkan pasir setiap hari dengan ombaknya, tapi apabila pasir diambil berkubik-kubik setiap harinya tentu lama-lama akan berkurang banyak. Datangnya ombak yg membawa pasir tidak dapat diperkirakan jumlahnya, apakah sepadan dengan jumlah yg diambil.
Alam tentunya akan berbicara tatkala dia merasa tidak dihormati dan dipelihara. Bencana yg terjadi di Indonesia seperti banjir dan tanah longsor adalah akibat keserakahan manusia. Berjuta-juta pohon ditebang di hutan setiap harinya untuk dijual, ada yg resmi dan ada yg liar. Bukit gundul pun akhirnya rapuh kala musim hujan datang, dan datanglah tanah longsor.
Kala abrasi menjadi momok di daerah Jakarta, malah terbersit untuk menjual pasir ke luar negeri.
Suatu hari alam akan berbicara kembali.
Seorang teman yg sedang patah hati mengadu kepada saya, betapa bodohnya dia tlah menyerahkan dirinya kepada seseorang yg akhirnya meninggalkannya karena dia tidak mampu menghadapi sifat pemarah si wanita. Lalu saya bertanya kepada seorang teman yg telah berkeluarga dan dia berkata, “hubungan yg baik itu tidak saling merubah, tapi saling menerima”.
Kesimpulan saya, teman saya yg patah hati itu lebih cocok untuk mencari pria yg bisa menerima sifat pemarahnya.
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Recent Comments